Semakin hari aku semakin sadar, jika sebuah hati tak pernah bisa berontak akan semua yang dia rasakan. yang dapat dia lakukan hanyalah menerima semua yang dilimpahkan kepadanya, sambil menunggu, meratapi nasibnya.
Namun beruntunglah dia, karena mempunyai sahabat bernama otak. sahabat yang selalu melindunginya dari kesedihan, yang selalu memberikan spirit kepadanya bahwa hidup tidaklah sesulit yang dibayangkannya, dan juga sahabat yang menyadarkannya akan pentingnya sebuah keberanian dalam hidup.
namun sang hati telah kehilangan otaknya. sang hati merasa kehilangan, namun terjebak oleh keangkuhan sang otak yang membuat mereka tidak bisa bersatu lagi. jarak tercipta antara mereka, yang membuat mereka menjadi semakin menjauh satu sama lainnya.
kata teman pun tak lagi bermakna, hidup serasa tiada arti. hampa, berlalu begitu saja dalam raga ini. sedih, suatu penyakit yang sangat menyakiti sang hati. namun apa daya…sang hati tidak bisa melawan semuanya…
namun satu hal yang pasti, sang hati akan selalu menunggu dan menunggu akan sebuah jawaban untuknya.
I DONT KNOW WHAT I MUST TO DO KNOW,
BUT I KNOW THERE’S ONE THING I SHOULD DO…
IS WAITING FOR THE COMING OF THE TRUTH.