MEMPERTANYAKAN ARTI SEBUAH HATI

Setiap manusia, walaupun memiliki bentuk hati yang sama, namun memiliki isi yang berbeda. Isi hati perempuan berbeda dengan isi hati laki-laki. Hati orang dewasa berbeda dengan hati anak-anak. begitupun hati orang tua sudah pasti berbeda dengan anak-anaknya. Namun bagaimana dengan hati hewan dan tumbuhan? sama seperti manusia, bentuk hati hewan pun cenderung tidak ada perbedaan yang sangat mendasar. Begitu juga dengan hati tumbuhan. Isinya? Saya sendiri tidak tahu apa isi dari hati hewan dan tumbuhan tersebut… Namun di dalam perbedaan hati tersebut, saya yakin bahwa isi hati dari setiap individu makhluk sangatlah berbeda. Isi hati si A pasti akan selalu berbeda dengan si B, begitupun dengan si C, si D, dst.Namun ternyata se-berbeda apapun isi sang hati, ternyata mereka semua memiliki kebutuhan yang sama. Hati adalah terminal dari semua perasaan dalam diri. Semua hati, tidak peduli apa itu hati manusia, tumbuhan ataupun hewan, pasti menginginkan kebahagiaan, pengertian, dan toleransi dari hati- hati yang lain. Setiap hati pasti menginginkan untuk dihargai, dan diperlakukan sama dengan hati- hati yang lain.Namun sayangnya, apa yang di dapat oleh sang hati terkadang tidak selalu sama dengan yang diharapkan. Hati seorang orang tua ingin untuk dihargai oleh anaknya, namun tidak semua anak mengerti apa yang diinginkan oleh orang tuanya, sehingga menimbulkan kesalah pahaman. Hati seorang pacar yang mencoba untuk mengerti apa yang diinginkan oleh pasangannya, belum tentu sesuai dengan hati pasangannya sendiri, sehingga seringkali menimbulkan kesalah pahaman. Hati seekor kucing peliharaan yang ingin sekali mendapat perhatian dari sang majikan seringkali tak dipahami oleh para majikannya, sehingga tak heran jika kucing tersebut pun tidak mau mengikuti perintah dari sang majikan. Semua perbedaan tersebut pada ujungnya dapat menyakitkan sang hati itu sendiri. Betapa fatal akibatnya jika sang hati telah sakit. Seperti yang kita ketahui, sampai saat ini belum ditemukan obat yang berguna untuk menyembuhkan sakit hati. Namun sayangnya perhatian setiap individu makhluk belum begitu memahami tentang kebutuhan hati itu sendiri, sehingga lambat laun hati pun menjadi kebal dan tidak sensitif lagi terhadap apa yang ada di sekitarnya.Begitu juga dengan bencana-bencana yang terjadi pada saat ini. Mulai dari hal kecil seperti pembuangan sampah yang sembarangan yang dapat mengakibatkan banjir dan membuat kumuh suasana, penggundulan hutan yang dapat menyebabkan daerah resapan air hujan berkurang, mengurangi oksigen sehingga dapat mendatangkan kekeringan dan kerusakan lingkungan, perburuan hewan langka secara besar-besaran yang dapat membuat punah hewan tersebut dan pada akhirnya menimbulkan ketidak seimbangan ekosistem, hingga pemanasan global yang saat ini sedang mengancam dunia. Semua bencana tersebut datang dari kekebalan sang hati yang tidak mau mengerti, menghargai, dan bertoleransi dengan hati- hati yang lain. Dan ironisnya, sebagian hati-hati tersebut adalah hati manusia, yang katanya disempurnakan dengan kepemilikan akal dan pikiran. Hati-hati manusia yang telah kebal membuat mereka tidak mengerti akan keadaan di sekelilingnya. Padahal sebagai makhluk yang paling sempurna, hati mereka diharapkan untuk dapat mengatur, mengerti, dan menghargai hati-hati yang lain. Namun yang terjadi malah tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh hati-hati yan lain. Maka dari itu, jika kita merasa memiliki hati yang masih “sehat”, hal itu sesungguhnya merupakan karunia. Sudah sepantasnya kita bersyukur dengan itu dan berusaha untuk menggunakan hati-hati kita dengan sepantasnya. Caranya dengan berusaha mengerti, menghargai dan bertoleransi dengan hati-hati yang lain. Dengan kepengertian hati kita, secara tidak langsung kita pun telah menaruh kepedulian terhadap keberlangsungan hidup hati- hati yang lain, dan lambat laun dapat menyembuhkan hati-hati yang sakit. Dengan banyaknya jumlah hati yang sehat niscaya semua masalah yang ada pada dunia akan dapat diminimalisir jumlahnya, begitu juga dengan bencana-bencana yang telah disebutkan diatas.Kehidupan di dunia ini berawal dari hati dan berakhir dengan hati. Karena itu untuk mengatasi masalah-masalah yang menghalangi kehidupan sang hati, dibutuhkan hati-hati yang lain untuk mengobatinya.

Leave a Comment