ketika persahabatan dipertanyakan

semua orang, nggak kecuali kita, pasti punya definisi tersendiri mengenai arti dari persahabatan. menurut kamus umum bahasa indonesia (KUBI), persaabatan artinya hubungan yang dibuat oleh sahabat.

tapi apapun artinya, inti dari semua definisi dari persahabatan adalah: persahabatan adalah awal mula cinta. persahabatan adalah media pembelajaran bagi seseorang untuk menerapkan kasih sayang pada sesama (bunda teressa).

karena persahabatan juga, Will Wright dan Wright Brothers sukses dengan proyek “the sims” mereka, Robyn dan Rand Miller sukses dengan game konsol PS 2 yang berjudul “MYST” buatan mereka. atau yang didalam negeri, seperti grup band NIDJI yang karena  persahabatan dan kekompakan mereka, band mereka bisa terkenal, bahkan sampai keluar negeri!ck..ck..ck..

banyak orang yang mengatasnamakan persahabatan dalam berbagai hal. satu geng ngebela-belain membuat kaus atau jaket yang sama, atau membeli barang yang sama buat nunjukkin kekompakan mereka. ada juga sahabat yang sampai rela 1 bulan nggak jajan, misalnya, karena dia ingin membelikan sahabatnya kado ulang tahun yang spesial. semua pengorbanan itu mengatasnamakan persahabatan.

tapi bagaimana kalau persahabatan itu sendiri malah membawa dampak negatif bagi sahabatnya? ada orang yang menjadi perokok gara-gara takut dibilang nggak seprinsip dengan teman-temannya. ada yang terpaksa “merubah penampilan”, gara-gara sobatnya bilang kalau dandanannya “nggak banget”, padahal belum tentu penampilan barunya cocok dengan dirinya sendiri. bahkan yang lebih parah, ada orang yang sampai terjerumus narkoba dan pergaulan bebas karena dia ingin ngebuktiin sama teman-temannya kalau dia tuh setia kawan. kalau sudah seperti itu, apakah persahabatan masih dianggap bagus?

persahabatan tidak selamanya berarti positif. ada kalanya persahabatan bisa berarti negatif. kadang-kadang serba salah juga sih kalau kita nggak ikut teman-teman, takutnya nanti dibilang nggak setia kawan.  diikutin, takut terjerumus. tapi prinsipnya gini aja, kalau memang kegiatannya positif, nggak ada salahnya buat diikuti. tapi kalau sudah mengarah ke negatif, seperti kata orang tua zaman dulu aja: sayangi orang lain seperti kamu menyayangi diri sendiri, tapi sayangilah dirimu sendiri lebih dari apapun.

rasa persahabatan membuat kita rela berkorban demi sahabat-sahabat kita. tapi ada juga “oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab” yang menggunakan perasaan itu. ada sobat yang ngajak sobat-sobatnya yang lain untuk nyobain narkoba, padahal orang itu tahu kalau narkoba hanya bisa membahayakan tubuh, tidak ada gunanya. kalau dia memang mengaku sahabat yang punya rasa persahabatan dengan sahabat-sahabatnya yang lain , dia nggak akan mungkin tega membahayakan sahabatnya sendiri kan?

karena itulah, jangan gampang tertipu sama rasa persahabatan. percaya deh, persahabatan itu berdasarkan rasa cinta, dan cinta dijamin tidak akan pernah merusak. kalau sudah merusak, bukan persahabatan lagi namaya.

 jadi, kalau kebetulan pembaca mengalami persahabatan yang mengarah ke negatif(moga ja nggak..) lebih baik beritahu sobat-sobat kita secara baik-baik, tapi kalau nggak bisa, ya udah, mending lepasin aja tuh sobat, daripada ngerusak diri kita sendiri dan akhirnya malah ngerugiin diri sendiri.

dan jangan takut kehilangan teman karena itu. Life still go on, isn’t it? dengan kita membaur dengan orang lain, lambat laun teman akan datang dengan sendirinya kok. dan bukan nggak mungkin, sobat-sobat kita yang dulu, melihat perubahan yang terjadi dengan kita, dan jadi tertarik pengen ngikutin. ya nggak?

redinayanti

2 Comments »

  1. [...] redinayanti’s page Just another WordPress.com weblog « ketika persahabatan dipertanyakan [...]

  2. Endy Said:

    Teman Baik

    Sewaktu kita duduk di taman kanak-kanak,
    kita
    berpikir kalau seorang
    teman yang baik adalah teman yang
    meminjamkan
    krayon warna merah
    ketika yang ada hanyalah krayon warna hitam.

    Di sekolah dasar, kita lalu menemukan bahwa
    seorang teman yang baik
    adalah teman yang mau menemani kita ke
    toilet,
    menggandeng tangan kita
    sepanjang koridor menuju kelas, membagi
    makan
    siangnya dengan kita
    ketika kita lupa membawanya.

    Di sekolah lanjutan pertama, kita punya
    ide kalau
    seorang teman yang
    baik adalah teman yang mau menyontekkan
    PR-nya
    pada kita, pergi
    bersama ke pesta dan menemani kita makan
    siang.

    Di SMA, kita merasa kalau seorang teman
    yang baik
    adalah teman yang
    mengajak kita mengendarai mobil barunya,
    meyakinkan orang tua kita
    kalau kita boleh pulang malam sedikit, mau
    mendengar kisah sedih saat
    kita putus dari pacar,

    Di masa berikutnya, kita melihat kalau
    seorang
    teman yang baik adalah
    teman yang selalu ada terutama di
    saat-saat sulit.


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Comment